Andhong

Rp125,000.00

  • L
  • M
  • S
  • XL
  • XXL
Clear
SKU: KN01T05 Category: Tag:

Description

Andong merupakan alat transportasi tradisional di Jawa, terutama di Yogyakarta. Sejarah andong ini tidak bisa lepas dari keberadaan raja-raja Mataram yang mempunyai kendaraan khusus, yaitu kereta yang ditarik oleh kuda dengan hiasan sedemikan rupa yang disebut kereto kencono. Di Kraton Jogjakarta, masih banyak kereta kerajaan yang disimpan di Museum Roto Jogja.

Dapat dikatakan andong adalah alat angkut yang digunakan oleh rakyat yang meniru kendaraan atau kereta yang dimiliki raja tetapi penampilan dan segala sesuatunya disesuaikan dengan kemampuan rakyat. Dalam hal ini andong tidak sama dengan kereto kencono. Pada zaman dahulu jika orang berkendara dengan andong akan menempati suatu kelas sosial tersendiri di masyarakat.

Secara spesifikasi andong memiliki empat roda, dua roda di bagian depan dan dua roda di bagian belakang. Ukuran roda depan lebih kecil jika dibandingkan dengan dua roda di bagian belakang. Masing-masing roda memiliki jeruji yang berjumlah 12 batang untuk roda depan, dan 14 jeruji di bagian belakang. Penumpang duduk di belakang kusir (sopir andong) dengan tempat duduk dibuat saling berhadap-hadapan kedepan dan kebelakang. Penumpang dapat menaiki andong dari sisi sebelah kanan atau kiri. Jumlah roda inilah yang membedakan bendi, dokar, atau delman yang hanya memiliki 2 roda.

Adapun nama-nama bagian dari andong antara lain; buntutan, palangan, per, as roda, bos, mangkokan, gulungan, cincin, ruji, bengkok, pelah, ban karet, dan roda. Bahan utama dari andong adalah kayu dan besi. Jenis kayu yang digunakan biasanya kayu jati atau waru karena kayu tersebut memiliki kualitas yang baik dengan serat kayu yang halus. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah andong antara 3-4 bulan.

Kusir andong, maupun pembuat andong biasanya memiliki bakat dari garis keturunan keluarga. Jika Pak Paidi membuat andong meneruskan bakat dari orang tua, begitu pula dengan Widi Rahmanto, seorang sosok muda yang melestarikan pembuatan andong di Dusun Gesikan, Sidomoyo, Godean, Sleman. Jika dahulu andong banyak dimanfaatkan sebagai alat transportasi yang mengantarkan masyarakat dari desa ke pasar, kini peran itu sedikit bergeser. Walaupun masih ada saja masyarakat Jogja yang menggunakan andong sebagai alat transportasi ke pasar. Kini kebanyakan ,andong pemanfaatannya di sektor wisata, hal inilah yang mempengaruhi perkembangan bentuk andong Yogyakarta. Jika dahulu andong mengedepankan kekuatan saat ini andong mengedepankan sisi keindahan guna menarik minat wisatawan.

Andong sebagai alat transportasi sangat membantu masyarakat untuk melakukan perjalanan. Alat transportasi ramah lingkungan ini sampai sekarang masih bisa diandalkan. Mendatangkan manfaat ekonomi bagi pembuat andong maupun kusir andong. Andong merupakan bagian dari budaya masyarakat Yogyakarta, yang kemudian menarik wisatawan. Berkeliling Jogja dengan menaiki andong, menikmati suasana kota yang nyaman. Sesuatu yang dibuat dan dibangun dengan tangan tentu memiliki nilai lebih. Memaknai andong bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi andong mampu menghadirkan nilai pengabdian, kesederhanaan, ketulusan dan keindahan.

Additional information

WeightN/A
DimensionsN/A
Size

, , , ,

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Andhong”

Your email address will not be published. Required fields are marked *