Kalender Abadi

Rp1,500,000.00

SKU: KA01G01 Category:

Description

Tanggalan Jawa merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang dipopulerkan oleh Sultan Agung dari Kesultanan Mataram sebagai bentuk penyerapan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang hendak beliau ajarkan. Tanggalan Jawa adalah bentuk perpaduan dari penanggalan Islam, penanggalan Hindu, dan sedikit tambahan penanggalan Julian (penganggalan matahri yang dipopulerkan oleh Julius Caesar).

Javanese calendar is one of the Javanese cultural heritage which was popularized by Sultan Agung of the Sultanate of Mataram as a form of absorption of Javanese culture with the teachings of Islam he was about to teach. Javanese calendar is a combination of the Islamic calendar, the Hindu calendar, and a little additional calendar of the Julian (solar calendar which was popularized by Julius Caesar).

Masyarakat Jawa mempunyai perhitungan tanggal sendiri dengan hari pasaran Jawa yang disebut Weton. Masyarakat Jawa pada zaman dahulu sangat memegang erat perhitungan Weton untuk setiap kegiatan. Dinamakan Hari Pasaran Jawa, karena masyarakat Jawa zaman dulu menggunakan kosmologi (ilmu arah) dalam menentukan tata kota. Keraton sebagai pusat kota, dan peken (pasar) merupakan tempat kegiatan ekonomi juga tempat berkumpul orang-orang, yang tidak mungkin keramaian tersebut berada dalam satu tempat saja.

Javanese people have their own date calculation with the Javanese market day called Weton. Javanese people in ancient times were very close to Weton calculations for activities. The name Javanese Pasaran (Market) Day came from the ancient Javanese people who used cosmology (science of direction) in determining urban planning. Keraton as the center of the city, and Peken (market) is a place of economic activity as gathering place for people too, which is not possible only in one place.

Additional information

Weight2 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Kalender Abadi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *