Enamel Jogja Pancen Ngangeni

Rp35,000.00

Clear
SKU: MD01G08 Category:

Description

Pada saat mendengar kata cangkir enamel atau gelas enamel, kita selalu membayangkan cangkir enamel bermotif blirik yang berwarna hijau putih. Ya benar, pada awalnya, pada zaman nenek kakek kita terdahulu, cangkir enamel memiliki motif dan warna seperti itu. Ternyata, blirik itu mengacu pada motif lurik. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, blirik berarti lurik, sedangkan lurik merupakan motif pakaian berupa garis-garis vertikal yang biasa digunakan oleh Abdi Dalem Keraton. 

Banyak yang mengatakan jika cangkir enamel dibuat dari seng. Memang betul, tetapi lapisan enamel lah yang membuatnya tampak cantik. Enamel adalah lapisan porselen yang ditempel pada material logam. Tujuannya supaya perkakas bisa lebih awet, tahan panas, dan tampil menarik. Selain peralatan masak dan makan, enamel juga dipakai untuk kulkas dan bak mandi. Lapisan halus ini bisa dibuat macam-macam. Mulai dari polos, motif lurik, hingga corak bunga. Tak heran jika para fotografer kuliner dan ibu rumah tangga langsung jatuh cinta.

Cangkir enamel sudah ada di Indonesia usai Perang Diponegoro tahun 1830. Meski terkesan mewah, gelas ini lebih populer di kalangan buruh dan petani. Dulu, cangkir ini sering dibawa ke sawah dan ladang bersama rantang makan siang. Cangkir bermotif ini juga dijadikan simbol perjuangan kaum buruh. Pada 1921, terjadi demo buruh di Semarang. Cangkir blirik dan caping dibawa oleh massa sebagai perlawanan atas pemerintah Belanda.

Additional information

Weight0.25 kg
DimensionsN/A
Color

Black, Blue, Red, Gray, Green

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Enamel Jogja Pancen Ngangeni”

Your email address will not be published. Required fields are marked *