Bregada

Rp125,000.00

  • L
  • M
  • S
  • XL
  • XXL
Clear
SKU: KN01T01 Category:

Description

Di waktu-waktu tertentu, khususnya saat acara Garebeg, prajurit Kraton akan berjalan keluar diiringi musik Jawa atau gendhing. Masing-masing pasukan itu memiliki nama, senjata, pakaian, dan panji-panji yang berbeda. Menurut catatan sejarah, prajurit Kraton dahulu bertugas tak hanya mengawal gunungan saat Garebeg tapi juga menjaga eksistensi kerajaan. Kehebatan pasukan ini sempat membuat tentara Inggris kerepotan saat menyerang Keraton pada tahun 1812 semasa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Ada 10 kesatuan prajurit atau bregada yang dimiliki Kraton Kasultanan Yogyakarta. Kesepuluh bregada tersebut antara lain Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Surakarsa, dan Bugis. Kraton Yogyakarta dalam laman resminya menjelaskan bahwa 10 bregada di atas memiliki pimpinan tertinggi yang disebut Manggalayudha (Kommandhan atau Kumendham). Saat bertugas, Kommandhan dibantu oleh seorang Pandhega yang bertugas menyiapkan pasukan. Pandhega lantas didampingi oleh Panji yang berwenang memerintah seluruh prajurit dalam bregada. Di dalam pasukan sendiri juga ada perwira berpangkat Kapten yang bertugas memimpin setiap bregada. Tapi hal ini tak berlaku untuk pasukan Bugis dan Surakarsa karena kedua bregada tersebut dipimpin oleh seorang Wedana.

Prajurit Kraton dahulu bertugas menjaga eksistensi kerajaan. Keberadaannya bisa dilacak jauh sebelum Perjanjian Giyanti ada. Pada periode awal Kerajaan Mataram Islam, tepatnya pada masa pemerintahan Panembahan Senopati (1585-1601 M) sampai Sultan Agung (1613-1645 M), Kesultanan Mataram dikenal sebagai kerajaan yang mempunyai kesatuan prajurit yang kuat dan tangguh.

Kehebatan bregada ini berlanjut hingga masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I dan penerusnya, Sri Sultan Hamengku Buwono II. Serbuan tentara Inggris, misalnya, ke Kraton pada tanggal 20 Juni 1812 mendapat perlawanan dari kesatuan prajurit Wirabraja, Jagakarya, Bugis, dan Ketanggung. Mereka pun dibuat repot meski pasukannya menang dalam hal peralatan militer juga jumlah tentara.

Bregada Keraton tak lagi mempunyai taring ketika Sri Sultan Hamengku Buwono II diasingkan ke Penang, Malaysia setelah Inggris berhasil berkuasa. Inggris lalu mengangkat Sri Sultan Hamengku Buwono III secara sepihak dan melakukan demiliterisasi terhadap pasukan prajurit Kraton. Bregada yang tadinya bertempur di lapangan lambat laun hanya memiliki tugas tak lebih dari sekedar pengawal Sultan dan penjaga Keraton. Kini, meski tak lagi angkat senjata, kita masih bisa melihat bregada Kraton saat Garebeg yang diadakan tiga kali setiap tahun.

Additional information

WeightN/A
DimensionsN/A
Size

, , , ,

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bregada”

Your email address will not be published. Required fields are marked *